rss

Selasa, 02 April 2013

Penakluk Perancis Seorang Diri

|| Rasyid Nikaz, Penakluk Perancis Seorang Diri || Namanya Rasyid Nikaz, seorang pengusaha Perancis keturunan Aljazair yang dengan ringannya membayar denda bagi muslimah yang becadar di Perancis dan Belgia.Sebagaimana kita tahu Perancis menerapkan larangan mengenakan cadar di tempat umum sebagai reaksi pemerintah Perancis atas berduyun-duyunnya kaum wanita Perancis mengenakan cadar, dan bagi muslimah yang tertangkap petugas memakainya maka akan dikenakan denda.Rasyid NikazMaka sejak Perancis memberlakukan undang-undang tersebut, Rasyid Nikaz menyediakan dana 1 juta Euro dikhususkan untuk membayar denda bagi muslimah bercadar.Seolah dengan tindakannya itu dia mengatakan kepada wanita muslimah Perancis yang hendak bercadar:“Pakai cadarlah sesuka kalian, jika terkena denda sayalah yang akan membayarnya”.Beberapa media melansir foto milyarder tersebut, yang istrinya juga mengenakan cadar ini sedang berjalan setelah keluar dari sebuah kantor polisi.Mereka keluar dari kantor polisi dengan...
READ MORE - Penakluk Perancis Seorang Diri

KISAH MUSLIMAH BERCADAR DARI THAILAND

Wawancara Salah Satu Admin PPMB dengan Pelajar dari ThailandExclusive dari Sudan untuk para member PPMB di Indonesia Ini merupakan wawancara saya dengan salah satu pelajar bercadar dari Negara Thailand. Mahasiswi di salah satu jami’ah (universitas) di Sudan ini akrab disapa Nuha. Saya lihat hijabnya paling sempurna di antara teman-temannya dari Thailand. Kenapa saya katakana demikian, karena hijabnya memenuhi syarat hijab dalam Islam. Karena itu, saya tertarik untuk mewawancarainya. Berhubung saya tidak bisa bahasa Thailand dan ukhtuna Nuha tidak bisa bahasa Indonesia,saya memutuskan mewawancarainya dengan bahasa arab. Berikut adalah terjemahan wawancara saya dalam bahasa Indonesia.Admin : Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuhNuha : Wa’alaykumussalam warohmatullahi wabarakatuhAdmin : Yaa ukhtana, Bagaimana kabar anti?Nuha : Alhamdulillah baik. Tamaan jiddan. Dan bagaimana anti?Admin : Alhamdulillah ‘ala kulli hal. Bolehkan saya bertanya pada anti tentang hijab?Nuha : Yaa,,Silahkan.Admin...
READ MORE - KISAH MUSLIMAH BERCADAR DARI THAILAND

RINGKASAN ILMU TAJWID

RINGKASAN ILMU TAJWID 1. HUKUM NUN MATI - Izh-har Halqi, yaitu pembacaan nun mati atau tanwin yang sesuai makhroj-nya (tidak di-ghunnah-kan) apabila bertemu dengan salah satu huruf izhhar. Huruf-huruf izhhar adalah : ء ـ ة ـ ع ـ ح ـ غ ـ خ Contoh-contoh izhhar: مِنْ هَادٍِ ـ مِنْ عِلْمٍِ ـ عَيْنٍِ ءانِيَةٍِ ـ فَرِيْقًَا هَدَى ـ يَنْهَوْنَ ـ أَنْعَمْتَ - Idgham, yaitu pengucapan nun mati atau tanwin secara lebur ketika bertemu huruf-huruf idgham, atau pengucapan dua huruf seperti dua huruf yang di-tasydid-kan. Ketentuan ini berlaku ketika pertemuan nun mati dengan huruf idgham dalam dua kata yang terpisah. Idgham dibagi dua yaitu: > Idgham bil ghunnah atau ma’al ghunnah (yang harus digunakan) > Idgham bila ghunnah (yang tidak boleh digunakan) Huruf-huruf idgham bil ghunnah : ي ـ ن ـ م ـ و Huruf-huruf idgham bila ghunnah : ل ـ ر Contoh-contoh idgham : أَنْ يَضْرِبَ ـ خَيْرًا يَرَاهُ ـ مَالاًَ لُّبَدًا ـ أن لَّمْ Dikecualikan empat kata yang...
READ MORE - RINGKASAN ILMU TAJWID

Minggu, 31 Maret 2013

FOTO-FOTO MENAKJUBKAN KRISTAL ES DILIHAT MELALUI MIKROSKOP

Foto Menakjubkan dibawah ini adalah Kristal Es Beku yang diambil melalui microskop. Foto Microskop dibuat monocrome agar pencritraan Kristal Es lebih jelas karena es tidak punya warna dasar. silakan saksikan foto foto menakjubkan dibawah ini:   Sumber http://wahw33d.blogspot.com/2012/03/foto-mikroskop-kristal-es-yang.html#ixzz1qa271596 ...
READ MORE - FOTO-FOTO MENAKJUBKAN KRISTAL ES DILIHAT MELALUI MIKROSKOP

JANDA MUDA MUJAHIDIN SURIAH JADI REBUTAN PRIA ARAB

JANDA MUDA MUJAHIDIN SURIAH JADI REBUTAN PRIA ARAB ISTAMBUL (gemaislam.com) - Biasanya pasangan pengantin baru akan melalui hari-harinya dengan penuh keindahan dan kesenangan, serta tidak sedikit dari mereka yang pergi ke tempat rekreasi untuk berbulan madu. Hal itu tidak berlaku bagi pengantin baru di Suriah. Tidak ada kata bersantai-santai atau bercumbu mesra seharian dengan pasangan, tetapi sang istri harus menyiapkan peralatan perang untuk suaminya, inilah kurang lebih yang diceritakan Fathi At-Tamimi, relawan Indonesia untuk Suriah yang saat ini berada di Turki dalam status Facebooknya pada Rabu (22/08). Dia menuturkan, Perempuan 20 tahun hafal Al-Qur'an itu dengan berlinang airmata menjahit sendiri baju tempur suaminya yang baru dinikahi dua mınggu saat pertempuran pertama memanggil para patriot membela agama Kemudian mengenakannya pada suatu malam yang diisi satu doa dibaca agak keras berulang-ulang saat sujud panjang. “Bila suamiku adalah milik para Bidadari-Mu,...
READ MORE - JANDA MUDA MUJAHIDIN SURIAH JADI REBUTAN PRIA ARAB

Selasa, 11 Desember 2012

Hukum mendustakan Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam

Hukum mendustakan Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam Bantahan terhadap “Pembacaan Baru Atas Al-Qur’an: Go Beyond Text” (Bagian 14) Ulil menyimpulkan bahwa, “meletakkan al-Qur`an semata-mata sebagai teks yang terisolisasi dari kenyataan di sekitarnya, dan atas dasar itu kemudian ditarik kesimpulan bahwa ajaran tertentu adalah bersifat mengikat, permanen dan berlaku sepanjang masa dan tempat karena ada ketentuan harfiyahnya dalam al-Qur`an, tidak bisa lagi diterima… harus ditolak. (alenia 10 dan 9). “Ayat-ayat  al-Qur`an sudah semestinya dibaca dalam terang visi etis ini, disatu pihak, serta didialogkan dengan pengalaman umat Islam modern di pihak lain. Dengan mengecualikan ayat-ayat yang berkaitan dengan ritual murni seperti shalat, puasa dan haji dan soal makanan dan minuman, maka seluruh “ayatul ahkam” atau ayat-ayat hukum yang keseluruhannya turun di Madinah itu, harus dianggap sebagai ayat yang hanya berlaku temporer, kontekstual dan terbatas...
READ MORE - Hukum mendustakan Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam

Hikmatut Tasyri’ dipelajari untuk Menguatkan Syari’at

Hikmatut Tasyri’ dipelajari untuk Menguatkan Syari’at Bantahan terhadap “Pembacaan Baru Atas Al-Qur’an: Go Beyond Text” (Bagian 13) Ulil melanjutkan: “kita harus membangun kembali kesadaran umat Islam mengenai apa yang dalam tradisi fiqh disebut sebagai “hikmatul tasyri’”, filosofi dibalik legislasi hukum, dengan kata lain aspek-aspek etis dari ajaran agama Islam harus dikemukakan lagi secara lebih persisten dan vokal untuk menandingi kecenderungan-kecenderungan fundamentalis modern yang hendak mendangkalkan pemahaman Islam sebatas atau sebagai ‘ideologi politik” atau sekumpulan ajaran yang harus diikuti begitu saja karena ia merupakan perintah Tuhan” (alinea 8) Ucapan Ulil tadi banyak mengandung kesalahan dan kelemahan: Menyebut semangat kembali kepada al-Qur`an dan sunnah sebagai fundamentalis modern, ini tidak kontekstual dan tidak relevan Kesadaran umat Islam tentang hikmah tasyri’ tidak pernah mati, jadi tidak perlu disadarkan lagi tetapi Ulil-lah...
READ MORE - Hikmatut Tasyri’ dipelajari untuk Menguatkan Syari’at

Kedzaliman terhadap Al-Qur’an

Kedzaliman terhadap Al-Qur’an Bantahan terhadap “Pembacaan Baru Atas Al-Qur’an: Go Beyond Text” (Bagian 12) 12. Ulil kemudian dengan mantapnya berkata: “Saya hanya mencoba merumuskan masalahnya secara “lain” dalam konteks tantangan baru yang kita hadapi sekarang ini. Suatu cara pandang baru yang radikal, memang benar-benar harus diajukan untuk mengubah cara pandang yang kalau boleh ingin saya sebut sebagai “bibliolatristik” (alenia 8) Disini saya haya ingin mengingatkan sekali lagi bahwa penggunaan istilah “bibliolatristik” untuk ilmu al-Qur`an dan sunnah adalah kedzaliman yang nyata, karena al-Qur`an yang suci diserupakan dengan Bible yang dipalsu, kaum musimin yang taat kepada Allah dan rasul-Nya disamakan dengan umat yang syirik kepada Allah dan kufur kepada rasul-Nya, dan ilmu al-Qur`an disamakan dengan ilmu Injil, al-Qur`an yang universal disamakan dengan Injil yang telah dihapus masa berlakunya. sumber :: http://old.gensyiah.com/kedzal...
READ MORE - Kedzaliman terhadap Al-Qur’an

Ayat-ayat Kauniyah dalam Al-Qur’an

Ayat-ayat Kauniyah dalam Al-Qur’an Bantahan terhadap “Pembacaan Baru Atas Al-Qur’an: Go Beyond Text” (Bagian 11) 11. Di akhir alenia 7 Ulil menyebutkan bahwa, “al-Qur`an itu adalah wahyu eksplisit yang memerlukan adanya wahyu implisit yaitu konteks dengan mediasi akal.” Lalu Ulil mengatakan; “Dalam penggunaan yang lebih popular, dikenal dua istilah; ayat-ayat Qauliyah dan ayat-ayat kauniyah. Saya pernah menggunakan istilah wahyu verbal dan wahyu non verbal. Keduanya harus saling mengandaikan dan mensyaratkan.” Ulil banyak mempermainkan al-Qur`an dengan istilah-istilah baru yang rusak sebagaimana yang kami terangkan pada bagian-bagian terdahulu. Disamping itu Ulil sering melakukan kecurangan dan pengaburan; ayat-ayat kauniyah bukanlah padanan dari wahyu implisit atau wahyu non verbal buatan Ulil, yang diartikan dengan konteks masyarakat dan pengalaman manusia. Sedangkan ayat-ayat kauniyah adalah tanda-tanda kekuasaan Allah yang ada dalam kaun (alam) berikut...
READ MORE - Ayat-ayat Kauniyah dalam Al-Qur’an

Al Qur’an dan As Sunnah bersifat Universal dan Komprehensif

Al Qur’an dan As Sunnah bersifat Universal dan Komprehensif Bantahan terhadap “Pembacaan Baru Atas Al-Qur’an: Go Beyond Text” (Bagian 10) 10 . Setelah berteduh di bawah bayang-bayang orang yang tidak jelas tersebut, Ulil keluar dengan membawa kesimpulan “saya kira, “batu-batu bata” argumen yang telah dimulai oleh pemikir-pemikir muslim modern itu sudah cukup membawa kita untuk meninjau ulang cara kita membaca “ayat-ayat al-Qur’an atau sunnah” (alinea 7) Sekali lagi Ulil yang tidak mau menerima teks-teks al-Qur’an, al-Sunnah dan Aqwal ulama, ternyata menelan mentah-mentah teks-teks ucapan beberapa orang yang pikirannya menyimpang dan tidak wajar. Di sini akan saya paparkan beberapa keterangan ahli ilmu tentang kaidah qath’i dan zhanni berikut hukum orang yang mengingkarinya. Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah berkata: “Nushush (teks-teks) al-Qur`an dan sunnah bersifat “Ammah” (universal) dan Syamilah (komprehensif), tidak ada satu hukum-pun yang keluar dari...
READ MORE - Al Qur’an dan As Sunnah bersifat Universal dan Komprehensif

Bantahan terhadap “Pembacaan Baru Atas Al-Qur’an: Go Beyond Text” (Bagian 9)

Penolakan terhadap Prinsip-prinsip Ajaran Islam Bantahan terhadap “Pembacaan Baru Atas Al-Qur’an: Go Beyond Text” (Bagian 9) 9. Kemudian pada alinea 6, Ulil menyebut beberapa nama orang yang menjadi nenek moyangnya dalam menolak prinsip-prinsip ajaran Islam; Qath’i dan Zhanni, mereka itu adalah: Fazlur Rahman (Pakistan-Amerika; 1919-1988) penggagas etika al-Qur’an dan semangat moral al-Qur’an[1], Mahmud Muhammad Thaha (Sudan, kira-kira 1910-1985) yang dihukum mati karena kesesatan pemikirannya yang mengatakan bahwa ayat-ayat Makkiyah harus lebih diutamakan dari pada ayat-ayat madaniyah yang temporal dan kondisional[2], Abdullah Ahmad an-Na’im (Sudan-Amerika, lahir 1946), penerus Mahmud Muhammad Thaha yang berjuang untuk “memperbaharui” syari’at Islam guna mendukung deklarasi universal HAM[3] dan Masdar F. Mas’udi (alumni IAIN Jogya), penggagas agar ibadah haji tiap tahun waktunya diperluas bukan hanya Dzulhijjah saja, tetapi meliputi Syawal, Dzulqa’dah...
READ MORE - Bantahan terhadap “Pembacaan Baru Atas Al-Qur’an: Go Beyond Text” (Bagian 9)

Bantahan terhadap “Pembacaan Baru Atas Al-Qur’an: Go Beyond Text” (Bagian 8)

Memahami al-Qur’an dengan pendekatan Rasulullah Bantahan terhadap “Pembacaan Baru Atas Al-Qur’an: Go Beyond Text” (Bagian 8) 8. Lagi-lagi dengan congkaknya Ulil datang bagaikan pahlawan atau malah justru seperti Musailamah al-Kadzdzab yang membuat tandingan  syahadat محمد رسول الله menjadi مسيلمة رسول الله . pasalnya Ulil berkata “Tetapi justru di sinilah saya hendak mengemukakan pandangan lain, yaitu keharusan melakukan “paradigma Shift”, atau pembalikan paradigma. Bagi saya, teori tentang qath’i dan zhanni tidak bisa lagi dipertahankan lagi sebagai sekedar teori tentang “kata”, tetapi harus menjadi teori tentang nilai. Diskursus mengenai nilai dan teori nilai tampaknya kurang dikembangkan dengan serius oleh sarjana muslim, baik klasik atau modern” (alinea 5). Ulil menolak untuk memahami al-Qur’an dengan kaidah-kaidah bahasa Arab, mengapa?, karena Ulil telah mengingkari adanya hukum Allah. Memahami al-Qur’an dengan pendekatan Rasulullah shollalllohu...
READ MORE - Bantahan terhadap “Pembacaan Baru Atas Al-Qur’an: Go Beyond Text” (Bagian 8)
 
Free counters!