rss

Senin, 04 Juli 2011

Syarah Al-'Aqidah Al-Wasithiyah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. ( Studi Tentang Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah) [11]


AYAT-AYAT DAN HADITS-HADITS TENTANG SIFAT-SIFAT ALLAH

: Orang-Orang Mukmin Melihat Allah Pada Hari Kiamat
:Allah Turun Ke Langit Dunia Setiap Malam

Oleh
Syaikh Sa'id bin Ali bin Wahf Al-Qathani


[39]. Orang-Orang Mukmin Melihat Allah Pada Hari Kiamat

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ
 إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ

"Artinya : Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Kepada Rabbnyalah mereka melihat."[Al-Qiyamah : 22-23]

Pada bab ini penulis Rahimahullah Ta'ala menyebutkan ayat-ayat yang menunjukkan bahwa orang-orang mukmin melihat Rabb mereka pada hari kiamat, secara langsung dengan mata kepala mereka, dengan cara yang layak dengan kebesaran-Nya, yang mana hal itu tidak mirip dengan satu pun di antara para makhluk-Nya. Hal itu juga telah disebutkan di dalam As Sunnah. Nabi Sallallahu ‘alaihi wassalam bersabda :

“Bila penduduk jannah telah masuk jannah, Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman, 'Inginkah kalian jika aku menambahkan sesuatu untuk kalian ?' Mereka berkata, 'Tidakkah Engkau telah menjadikan wajah kami menjadi putih, Engkau masukkan kami ke jannah, dan Engkau selamatkan kami dari naar? Maka, Allah menyingkapkan hijab. Tidak ada sesuatupun yang diberikan kepada mereka, yang lebih mereka sukai daripada kenikmatan melihat kepada Rabb mereka 'Azza wa Jalla."

Kemudian, Nabi Sallallahu ‘alaihi wassalam, membaca ayat ini :

لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَى وَزِيَادَةٌ

"Artinya : Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (Jannah) dan tambahannya.(yaitu melihat wajah Allah.) [1] [Yunus : 26]

Pendapat bahwa orang-orang mukmin melihat Rabb mereka pada Hari Kiamat ini, disepakati oleh para nabi, rasul, seluruh shahabat, tabi'in, dan imam kaum muslimin dalam berbagai masa. Yang menentang pendapat ini hanyalah orang-orang Jahmiyah dan Mu'tazilah serta orang-orang yang mengikuti mereka. Pendapat mereka itu bathil dan tertolak dengan Al-Kitab dan As-Sunnah. [2]

Nabi Sallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Sesungguhnya kalian akan melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat bulan ini. Kalian tidak berjubel dalam melihat-Nya. Maka, apabila kalian bisa dengan sepenuh daya menjaga shalat sebelum matahari terbit (shalat fajar) dan shalat sebelum matahari tenggelam (shalat ‘ashar) maka lakukanlah.” [3]

<span class=" fbUnderline">[40]. Allah Turun Ke Langit Dunia Setiap Malam </span>

Nabi Sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“ Artinya : Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun pada "Sesungguhnya kalian akan mclilwt Rabb kalian seba-gaimana kalian melihat bulan ini. Kalian tidak berjiibd dalam melihat-Nya. Maka, apabila kalian bisa dcngan sepenuh daya menjaga shalat sebelum rnatahari tcrbit (shalat fajar) dan shalat sebelum matahari tenggelam (shalat 'ashar) maka lakukanlah."

Nabi Sallallahu ‘alaihi wassalam bersabda :

”Artinya : Rabb kita Tabaraka wa Ta'ala turun pada setiap malam ke langit dunia, ketika masih tersisa sepertiga malam terakhir. Dia berfirman : 'Siapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku mengabulkannya, siapa yang memohon kepada-Ku, niscaya Aku memberinya, siapa yang meminta ampun kepada-Ku niscaya Aku mengampuninya?" [4]

Hadits yang disepakati keshahihannya ini, merupakan dalil yang sahih dan gamblang, yang menyatakan turunnya Allah Ta'ala ke langit dunia pada setiap malam, ketika masih tersisa sepertiga malam terakhir. Turunnya Allah Ta'ala ini sesuai dengan kebesaran dan keagunganNya. Turun merupakan salah satu sifat Fi'liyah. Dia turun ketika Dia menghendaki dan kapan saja Dia menghendaki. Arti turun telah diketahui, tetapi bagaimana keadaan turun-Nya itu tidak diketahui, mengimaninya merupakan kewajiban, sedangkan bertanya mengenainya adalah bid'ah. Demikian pula turunnya Allah pada Hari Kiamat, sebagaimana disebutkan dalam Al-Kitab-dan As-Sunnah. Turun-Nya tidak sama dengan turunnya tubuh manusia dari atap rumah ke tanah, yang mana atap tetap berada di atasnya, tetapi Allah Maha Suci dari hal yang demikian itu. [5]


[Disalin dari kitab Syarh Al-Aqidah Al-Wasithiyah Li Syaikh Al-Islam Ibnu Taimiyah, Penulis Sa'id bin Ali bin Wahf Al-Qathaniy, Edisi Indonesia Syarh Al-Aqidah Al-Wasithiyah, Penerjemah Hawin Murtadho, Penerbit At-Tibyan]
_________
[1]. Diriwayatkan oleh Muslim I/163, sedangkan ayat dalam hadits ini adalah ayat ke-26 dari Surah Yunus
[2]. “Al-Kawasyif Al-Jaliyah”, hal.401.
[3]. Diriwayatkan Al-Bukhari, “Fathul Bari” III/29 dan Muslim I/521
[4]. Diriwayatkan Al-Bukhari, “Fathul Bari” XI/377 dan Muslim I/201
[5]. “Syarh Hadits An-Nuzul”, Ibnu Taimiyah, hal.33 dan “Ar-Raudhah An-Nadiyah”, hal. 175 Lafazh hadits ini milik Muslim

Almanhaj.or.id

0 komentar:


Posting Komentar