rss

Senin, 26 Desember 2011

10 Pembatal Keislaman

 10 Pembatal Keislaman


Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah


10 Pembatal Keislaman

Pertanyaan.: Apakah pembatal-pembatal Islam?

Jawaban : Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah berkata:
'Ketahuilah, sesungguhnya pembatal islam terbesar ada sepuluh perkara:
Pertama: syirik dalam beribadah kepada Allah yang tiada sekutu
baginya, berdasarkan firman Allah :
إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. (QS. an-Nisa` :48)

Termasuk syirik adalah menyembelih bukan karena Allah , termasuk orang yang menyembelih untuk jin atau kubah.

Kedua: Barangsiapa yang menjadikan perantara di antaranya dan diantara Allah , berdoa dan meminta syafaat kepada mereka niscaya ia menjadi kafir secara ijma'.


Ketiga: Barangsiapa yang tidak mengkafirkan orang-orang musyrik atau meragukan kekafiran mereka, atau membenarkan kepercayaan mereka niscaya kafir secara ijma'.

Keempat: Barangsiapa yang meyakini bahwa selain syari'at Nabi lebih sempurna dari pada petunjuknya , atau sesungguhnya hukum selainnya lebih baik dari pada hukumnya , seperti orang-orang yang mengutamakan hukum thaghut di atas hukumnya , maka dia kafir.

Kelima: Barangsiapa yang membenci sesuatu yang dibawa oleh Rasulullah  , sekalipun mengamalkannya, niscaya ia kafir dengan ijma', berdasarkan firman Allah :
ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنْزَلَاللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ
Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (al-Qur'an) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka. (QS. Muhammad:9)

Keenam: Barangsiapa yang mengolok-olok sesuatu dari agama Allah , atau pahalanya , atau siksanya niscaya ia menjadi kafir, berdasarkan firman Allah :
قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَلا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ
 Katakanlah:"Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?". * Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. (QS. Taubah :65-66)

Ketujuh: sihir, dan termasuk jenis sihir sharf (pengasih, supaya mengasihi) dan 'athf (pembenci, supaya membenci). Maka barangsiapa yang melakukannya atau ridha dengannya niscaya ia kafir. Dalilnya adalah firman
Allah :
وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلا تَكْفُرْ

…sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan:"Sesungguhnya kami
hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir"… (QS. al-Baqarah:102)

Kedelapan: Membela orang-orang musyrik dan menolong mereka melawan kaum muslimin. Dalilnya adalah firman Allah :
وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (QS. al-Maidah:51)

Kesembilan: Barangsiapa yang meyakini bahwa sebagian manusia tidak wajib mengikuti Nabi , dan sesungguhnya ia bisa keluar dari syari'atnya , sebagaimana Khadir keluar dari syari'at Musa , maka dia kafir.

Kesepuluh: berpaling dari agama Allah , tidak mempelajarinya dan tidak pula mengamalkannya, berdasarkan firman Allah :
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذُكِّرَ بِآيَاتِرَبِّهِ ثُمَّ أَعْرَضَ عَنْهَا إِنَّا مِنَالْمُجْرِمِينَ مُنْتَقِمُونَ
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Rabbnya, kemudian iab erpaling daripadanya Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang 01berdosa. (QS.
Sajdah :22)

Tidak adalah perbedaan pada semua pembatal iman ini di antara bercanda, serius dan takut, kecuali orang yang dipaksa, dan semuanya termasuk bahaya yang besar dan yang paling banyak terjadi. Seorang muslim harus berhati-hati dan takut darinya atas dirinya, dan berlindung kepada Allah dari yang menyebabkan murka-Nya dan kepedihan siksa-Nya. semoga Allah memberi rahmat kepada Muhammad shallallahu alaihi wa sallam .

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab – ad-Durarus Saniyah cet/501011(10/91).



Terjemah : Muh. Iqbal Ahmad Ghazali
Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad 2010 - 1432
dari islamhouse.com

1 komentar:

insidewinme on Rabu, 09 Mei 2012 16.44.00 WIB mengatakan...

Hari ini kaum Muslimin berada dalam situasi di mana aturan-aturan kafir sedang diterapkan. Maka realitas tanah-tanah Muslim saat ini adalah sebagaimana Rasulullah Saw. di Makkah sebelum Negara Islam didirikan di Madinah. Oleh karena itu, dalam rangka bekerja untuk pendirian Negara Islam, kelompok ini perlu mengikuti contoh yang terbangun di dalam Sirah. Dalam memeriksa periode Mekkah, hingga pendirian Negara Islam di Madinah, kita melihat bahwa RasulAllah Saw. melalui beberapa tahap spesifik dan jelas dan mengerjakan beberapa aksi spesifik dalam tahap-tahap itu


Posting Komentar